Mungkin diantara kita telah mengenal engine 4 stroke ataupun 2 stroke. Malah di kalangan speed freak sudah banyak yang mencintai two stroke. Sekali betot.. wuzz..wuzz… bablazz angine. RX-King, NSR, Ninja masih memiliki penggemar yang setia. Jika dilihat dari sisi power selain 2 stroke masih ada lagi type engine yang patut diperhitungkan yaitu rotary engine. Rotary engine ini ditemukan oleh seorang German Engineer, Felix Wankel. Yang menarik si Wankel ini tidak pernah belajar / sekolah university manapun. Dia hanya memperoleh Doktor Honoris causa dibidang engineering. Pada perang dunia II, dia ikut mengembangkan rotary valves buat pesawat ataupun kapal selam Jerman. Sistem kerja rotary engine masih sama yaitu ada siklus intake, compress, pembakaran dan buang. Namun dikerjakan berdasarkan prinsip rotor yang berbentuk segitiga. Tidak memakai piston.

null

null

null

null

null

Keuntungan utama dari rotary engine adalah power yang dihasilkan sangat besar dengan cc yang sama.Hal ini bisa terjadi karena mirip dengan 2 stroke yang nggak pake valves lebih mempercepat langkah. Disamping itu sistem rotary engine ini nggak menggunakan connecting rods. Dan ini membuat rotary engine termasuk powerful. Kelebihan lainnya dari rotary engine adalah sangat minim getaran.

Terus kerugiaannya adalah sebagaimana 2 stroke hasil pembakarannya yaitu carbon monoksidanya cukup tinggi dimana disebabkan kurang sempurnanya pembakaran. Namun ini bisa dengan mudah disiasati dengan catalytic converter. Pada awal penciptaan rotary engine, masih ditemukan loss tenaga yang terjadi. Namun dengan perkembangan technology yang ada loss ini makin bisa diminimalisir. Kemudian masalah yg sering terjadi adalah kebocoran seal antara rotor dan housing sehingga menurunnya effisiensi bahan bakar. Dalam mesin rotary kita nggak akan mendapatkan efek ‘engine break’ pada saat gas di lepas, sehingga untuk mobil2 bermesin rotary perlu part pengereman yg bagus. Thanks untuk rotary engine temuan Wankel.